Islam menjelaskan dan mengatur tatacara sholat bagi orang yang bepergian sebagai keringanan dari Allah S.W.T, karna bepergian itu sebagaimana dijelaskan oleh Rosulallah S.A.W sebagian dari adzab. Rosullalah S.A.W bersabda :

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَاب


“Bepergian itu sebagian dari adzab”
Maksudnya adalah bahwa bepergian itu tidak lepas dari kesulitan jasmani seperti jauhnya perjalanan dan kesulitan ma’nawi seperti berpisah dengan karib keluarga. Hukum-hukum bepergian :
1. Wajib : Seperti bepergian melaksanakan haji dan umroh atau menuntut ilmu
2. Sunah : Seperti bepergian mengunjungi makam Nabi dan bersiraturahim
3. Mubah : Seperti bepergian untuk berdagang
4. Makruh : Seperti bepergian untuk bermain atau menghabiskan waktu yang tidak dilarang
5. haram : Seperti bepergian seorang istri tanpa seijin suaminya atau bepergian dalam kemaksiatan.
A. Sholat Jama’ Sholat Jama’ Adalah menggabungkan dua sholat yg ditentukan dalam 1 waktu seperti (sholat Dzuhur dengan Ashar) dan (Sholat Magrib dengan Isya) Sebab – sebab sholat jama’ adalah :
1. Bepergian
2. Hujan
3. Sakit
Sholat jama’ terbagi menjadi 2
a. Jama’ Taqdim : Menggabungkan dua sholat di awal waktu
Syarat-syarat jama’ taqdim
1. Dimulai dari sholat yang pertama : (sholat dzuhur atau sholat magrib)
2. Niat jama’ pada sholat pertama :
Niatnya adalah
Sholat Dzuhur Jama’ Taqdim Qoshor أُصَلِي فَرْضَ الظَّهْر رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَى العَصْر أَدَاءً لِلَّه تَعاَلَى
Sholat Asar Jama’ Taqdim Qoshor أُصَلِي فَرْضَ العَصْر رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الظَّهْر أَدَاءً لِلَّه تَعاَلَى
Sholat magrib Jama’ Taqdim Qoshor أُصَلِي فَرْضَ المَغْرِب ثَلَاثَ رَكَعَتَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَي العِشَاءِ أَدَاءً لِلَّه تَعاَلَى
Sholat Isya Jama’ Taqdim Qoshor أُصَلِي فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ المَغْرِب أَدَاءً لِلَّه تَعاَلى
3. Masih adanya waktu di sholat pertama : maka tidak boleh sholat Jama’ taqdim kecuali ada waktu untuk mengerjakan dua sholat di waktu pertama
4. Terus menerus di antara kedua sholat : tidak boleh adanya waktu pemisah yang lama untuk mengerjakan kedua sholat, yaitu seukuran mengerjakan sholat 2 rokaat
5. Sahnya sholat yang pertama : maka tidak boleh mengerjakan sholat jama’ jika sholat yang pertama batal
6. Adanya udzur sampai sholat yang kedua : apabila telah selesai bepergiannya sebelum itu maka tidak di perbolehkan sholat jama’, akan tetapi sholat yang kedua pada waktu nya
7. Mengetahui diperbolehkannya sholat jama’ seperti bepergian jauh yang mubah atau keluar dari perkampungannya
b. Jama’ Takhir : menggabungkan 2 sholat di akhir waktu
Syarat – syarat jama’ Takhir
1. Niat Sholat Jama’ takhir pada waktu sholat yang pertama
2. adanya udzur sampai akhir sholat yang kedua.
Disunahkan Pada sholat jama’ takhir terus menerus dan tartib di antara kedua sholat.
Manakah yang lebih utama antara jama’ taqdim atau jama’ takhir:
1. jama’ takhir lebih utama ketika di waktu sholat yang pertama sedang dalam perjalanan sampai masuk waktu yang kedua di tempat peristirahatan barulah melaksanakan sholat
2. jama’ taqdim lebih utama ketika di waktu pertama sedang beristirahat melaksanakan sholat lalu melanjutkan perjalanan
3. apabila beristirahat dan melanjutkan perjalan di kedua waktu sholat maka menurut Ibnu Hajjar jama’ taqdim lebih utama sedangkan menurut Imam Romli jama’ taqhir lebih utama
Sholat Jama’ bagi orang yang sakit
Tidak diperbolehkan jama’ taqdim atau takhir bagi orang yang sakit menurut pendapat yang kuat akan tetapi Imam Nawawi memperbolehkannya. Ukuran sakit yang diperboelhkan jama’ adalah : Seseorang yang menagalami kesulitan yang payah, apabila sholat di setiap waktu sementara menurut pendapat yang lain, sakitnya itu yang memperbolehkan duduk dalam sholat.
B. Sholat Qoshor
Sholat Qoshor adalah meringkas sholat 4 rokaat menjadi 2 rokaat (seperti sholat Juhur, Ashar, dan Isya). Sebagaimana Firman Allah S.W.T Surat Annisa:101
Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah Mengapa kamu men-qashar[343] sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (Q.S.Annisa:101)
Menurut pendapat Jumhur arti qashar di sini ialah: sembahyang yang empat rakaat dijadikan dua rakaat. Mengqashar di sini ada kalanya dengan mengurangi jumlah rakaat dari 4 menjadi 2, yaitu di waktu bepergian dalam keadaan aman dan ada kalanya dengan meringankan rukun-rukun dari yang 2 rakaat itu, yaitu di waktu dalam perjalanan dalam keadaan khauf. dan ada kalanya lagi meringankan rukun-rukun yang 4 rakaat dalam keadaan khauf di waktu hadhar. Sholat Qoshor tidak diperbolehkan untuk orang yang sudah berniat mukim lebih dari 4 hari lamanya, apabila seseorang bermukim belum selesai selama 4 hari dalam perjalanannya maka diperbolehkan selama 18 hari melaksanakan sholat qoshor, bagi orang yang melaksakan perjanan kesuatu lokasi kurang dari 4 hari lamanya dan kemudian berpindah kelokasi berbeda kurang dari 4 hari maka diperbolehkan.
Syarat-syarat Qoshor :
1. Tempat yang dituju jelas : maka tidak boleh mengqoshor bagi orang yang bepergian yang tidak mengetahui arah bepergiannya
2. Bepergiannya mubah bukan bertujuan maksiat
3. Jarak bepergiannya itu 16 farsakh (82 Km)
4. Melewati perkampungannya atau perkoaan tempat tinggal
5. Mengetahui diperbolehkanya sholat qoshor : apabila melihat sekelompok orang melaksanakan sholat qoshor dan kemudian ikut sholat bersamanya tanpa mengetahui diperbolehkannya qoshor maka sholat tersebut tidak sah
6. Adanya udzur bepergian sampai sempurnanya sholat
7. Niat sholat qoshor ketika takbiratul ihram
8. Tidak bermakmum kepada orang yang melaksanakan sholat tidak qoshor.