Yuk Intip Caranya Pelaksanaan Umroh !!!

Assalamualaikum Wr Wb

Selain haji, umrah merupakan ibadah yang hanya bisa dilakukan dengan berkunjung langsung ke kota Mekkah. Bedanya, umrah bisa dilakukan kapan saja. Tanpa berbatas waktu, seperti haji yang hanya bisa dilaksanakan saat bulan Dzulhijjah.

Namun begitu, sebagaimana ibadah lainnya dalam Islam, umrah pun punya beberapa tahapan dalam pelaksanaannya.

1 . IHRAM & Mengambil Miqot

Miqot adalah tempat untuk memulai niat ihram bagi jamaah umroh. Tempat mengambil Miqot bagi kebanyakan jamaah Indonesia adalah di Masjid Bir Ali, Madinah.

miqot

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masjid Bir Ali

Jamaah mandi dan berganti pakaian ihram disana ( diperbolehkan juga jika mandi dan berganti pakaian ihram di pemondokan ). Setelah berganti pakaian dengan kain Ihram, jamaah melakukan sholat sunnah ihram 2 rakaat dan mengambil niat ihram

Niat Ihram adalah sebagai berikut :

niat

“Labbaikallahumma umrotan” 

Artinya : “Aku sambut Panggilan-Mu Ya Allah untuk berumroh”

Setelah jamaah umroh berniat, maka berlaku baginya larangan-larangan dalam berihram. Larangan-larangan tersebut antara lain :

  • memakai wangi-wangian, baik itu di badan atau pada pakaian

  • menutup kepala dengan penutup apapun  dan memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki), memakai cadar (bagi perempuan)

  • memotong atau mengigit kuku sehingga kuku terlepas dari anggota tubuh

  • mencabut rambut yang ada pada anggota tubuh dengan sengaja

  • membunuh binatang darat

  • berhubungan suami istri

  • melaksanakan akad pernikahan

Jika larangan tersebut dikerjakan, maka jamaah akan dikenakan denda/ DAM

Setelah mengucapkan niat umroh, jamaah bersiap-siap menuju Mekkah. Dalam perjalanan menuju Masjidil Haram, jamaah bersama-sama melafazkan kalimat talbiyah dengan suara keras.

lafaz_talbiyah

Artinya : ” Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, tidak ada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesuangguhnya segala puji, nikmat dan segala kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu”

2 . TAWAF 

Tawaf adalah salah satu rukun umroh denga mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Jamaah harus dalam keadaan berwudhu.

tawaf

Tawaf di mulai oleh jamaah, yaitu posisi bahu sebelah kiri sejajar dengan Hajr Aswad. Jika saat Tawaf, wudhu jamaah batal, maka tidak harus mengulang tawaf dari awal, cukup dengan mengambil wudhu yang baru dan melanjutkan sisa tawaf dari tempat ia batal wudhu tadi. 

Jika tawaf telah selesai dilakukan, jamaah umroh kemudian melakukan sholat sunnah Tawaf 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim

tawaf 1

3 . SAI

Sai adalah berjalan dari Bukit Sofa menuju Bukit Marwah, dan begitu sebaliknya sebanyak 7 kali. Perjalanan dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah. Perjalanan dari Bukit Sofa – Bukit Marwah dan sebaliknya, dihitung masing-masing 1 kali perjalanan. Saat melaksanakan Sa’i, pria disunahkan untuk berlari-lari kecil jika melewati 2 (dua) lampu hijau, sedangkan bagi wanita cukup berjalan sedikit lebih cepat.

sai

Saat proses Sa’i, jamaah boleh dalam keadaan tidak berwudhu, keadaan haid (bagi wanita), menggunakan kursi roda.

4 . TAHALUL

Tahalul adalah mencukur atau memotong rambut. bagi jamaah perempuan cukup dengan memotong ujung rambut nya saja. sedangkan bagi laki-laki boleh menotong ujung rambut juga, tapi lebih utama jika digundul.

3juni2016_5

Semoga bermanfaat, Wassalam