Mengedepankan
Kwalitas
Menjaga Amanah

Menjadi Travel Umroh yang amanah dan memiliki beberapa paket umroh yang dapat terjangkau oleh soudara kita kaum muslimimin adalah harapan kami.

Hubungi kami

Artikel Islami

Bermanfaat bagi sesama, membantu sesama dan berakhlak

Cuaca

Cuaca di bumi ada kaitannya dengan panas dan dinginnya neraka, disebutkan dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila cuaca sangat panas, akhirkanlah shalat zhuhur sampai waktu dingin karena panas yang sangat merupakan hawa panas neraka jahannam.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Dalam hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Neraka berkata; ‘Ya Rabbi, kami memakan satu sama lainnya, (maka izinkanlah kami untuk bernapas!)’ Maka Allah mengizinkan untuk bernapas dua kali, napas ketika musim dingin dan napas ketika musim panas. Hawa yang amat panas, itu adalah dari panasnya neraka. Hawa yang amat dingin, itu adalah dari dinginnya (dingin bekunya) neraka.”
(HR. Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya di neraka terdapat dingin yaitu zamharir (dingin yang amat beku), yang ini bisa membuat kulit-kulit terlepas hingga mereka (yang berada di neraka) meminta pertolongan pada panasnya neraka.” ‘Abdul Malik bin ‘Umair berkata, “Telah sampai padaku bahwa penduduk neraka meminta pada penjaga neraka untuk keluar pada sisi neraka. Mereka pun keluar ke sisi, namun mereka disantap oleh zamharir atau dinginnya neraka. Hingga mereka pun akhirnya kembali ke neraka. Dan mereka menemukan dingin yang tadi mereka dapatkan.” (Lathoif Al Ma’arif, hal. 575.) “Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin (ghossaq).”
(QS. Shaad: 57)

Semoga cuaca yang amat panas dan dingin mengingatkan kita akan neraka, sehingga kita pun seharusnya meminta perlindungan pada Allah dari siksanya yang begitu mengerikan.

Sakit Hati mengadu kepada siapa ?????

Assalamualaikum Wr.Wb

Emm… patah hati !!

Jika mendengar perkataan ini pasti yang terlintas dibenak fikiran kita dan semua orang adalah tentang cinta yang terkandas.

Tentang cinta yang putus sampai disini saja, tentang perpisahan, tentang airmata yang berlinang, tentang sakitnya hati, dan semua yang menyebabkan dunia terasa mengalami kiamat

 “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati

Hati sanubari kita kadang-kadang pening mencari jawapan kenapakah cinta yang putus itu diberi nama “patah hati”.

Tiada istilah lain kah yang lebih sedap?

Tapi  yang penting adalah bagaimana ketika cinta itu terkandas, ketika cinta itu tak lagi tersambung, ketika cinta itu tidak lagi mahu menjadi milik kita, dan ketika si dia tak mahu lagi menjadi tempat luahan hati kita

Patah hati sinonim dengan airmata, kenapa ya?

Tetapi kita lupa bahawa patah hati itu juga sinonim dengan hikmah:

– Seharusnya kita bersyukur masih diberi rasa patah ini oleh ALLAH, masih boleh menangis, itu ertinya kita masih ada hati kan?

Bukan hanya sekadar hati, tapi hati yang sensitif, yang lembut dan yang mampu bahagia dan luka.

Dan airmata yang mengalir ini dapat membersihkan kelopak mata kita yang kusam menjadi jernih kembali kerana airmata yang berlinang membawa semua kotoran dimata.

Menangislah kerana mencintai ALLAH pada saat kita bersendiri.

Airmata ini lebih bernilai pahala daripada menangisi si dia, orang yang ditangisi pun tak tahu kita nangis kerananya

♥ ‘fabiayyi ala irobbikuma tukazziban ♥

Maka nikmat yang mana lagikah yang sanggup kita dustakan? bahkan didalam air yang berlinang melalui mata ini, ALLAH memberikan kasih sayangnya.

Mungkinkah ada lagi nikmat ALLAH di balik kata patah hati ini?

Cuba bayangkan, pada saat jatuh cinta semalam mendengar suara si dia di telefon lebih indah ditelinga kita dari suara azan, sms mesra dari sang pujaan hati lebih sering kita baca berulang ulang agar lebih memahami ertinya dan lebih bergetar mencintainya.

Tetapi seberapa kali kita membaca surat cinta dari ALLAH yang terbentang di dalam Al Quran?

Dan kini setelah tak ada lagi sms darinya, tak ada lagi suara manjanya, mungkin hikmah disebalik hati yang teriris berdarah darah ini adalah ALLAH hendak mengembalikan kita kepada cintanya ALLAH.

Apa ada cinta yang lebih indah dari cinta sang pemilik nafas ini?

Maka nikmat ALLAH yang mana lagikah yang sanggup kita dustakan?

Disebalik patah hati ini ALLAH menyelamatkan kita dari cinta yang salah. Kita menyembah dan memuja cinta melebihi menyembah dan memuji ALLAH.

Nauzubillahimindzalik.

Cinta tak salah, tetapi mungkin hanya tidak tepat ketika kita lebih mencintai sang pujaan hati daripada mencintai ALLAH.

 “Hanya dengan mengingati ALLAH hati menjadi tenang”

Ingatlah bahawa ALLAH maha membolak balikan hati dan keadaan.

Jika hari ini ALLAH masih mengirimkan cinta maka janganlah menjadikan cinta itu berhala dengan memujanya seolah- olah dunia ini milik berdua, jumlah sms jadi lebih banyak dari jumlah rakaat solat, jumlah bil telefon jadi lebih banyak dari RM yang kita sedekahkan, duduk berdua-duaan ditempat sunyi lebih disukai daripada duduk tafakur diatas sajadah dan bermesraan dengan ALLAH.

Dan jika ALLAH membolak balikan hati kita dan si dia dari cinta, maka gantilah kata patah hati itu dengan perkataan syukur hati kerana ALLAH lebih mencintai kita dari pada si dia,

Terbukti ALLAH mengambil kita untuk dikembalikan kedalam nikmat, limpahan kasih sayang dari kekasih hati yang baru dan selamanya iaitu ALLAH.

Siapa yang tak mahu jadi kekasih ALLAH? tenang, damai, indah, cukup rasanya hidup ini  !

source: https://akuislam.com/blog/renungan/patah-hati/

Keutamaan Hari Juma’at

Di Hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar.
[HR. Ahmad]

Dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jumat, lantas beliau bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” [HR. Bukhari]

Kapan Waktu Mustajab Itu ?
1. Waktu mustajab itu adalah antara duduknya imam sampaii selesainya shalat jumat.
2. Waktu mustajab itu jatuh setelah asar.

Semoga kita selalu dalam perlindunganNya dan menerima segala amal ibadah yang kita lakukan serta memberikan balasan pahala yang besar agar terhindar dari ancaman ancamanNya (atas dosa yang kita perbuat) pada hari ahir.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com